Luruskan Niat..
image

AHMAD ROHKIB

0817 467 387


Jangan pernah berharap orang lain kan mengerti tapi belajarlah untuk bisa mengerti. Jangan pernah berharap orang lain kan memberi tapi belajarlah untuk selalu memberi. Dan jangan pernah berharap maaf dari orang lain tapi belajarlah untuk selalu memaafkan.
Menu Utama
Partner Links
Chat with Admin
Pengunjung

Air Mata Sang Suami...

Air Mata Sang Suami

 

Assalamu’alaykum…

Artikel ini Alfaqir copy paste dari Mukjizat Shalat dan Do’a.

Air mata seorang suami yang tertumpah karena ketaqwaannya kepada Allah mampu mengantarkan keluarganya menuju kebahagiaan di dunia dan di akherat. Begitulah hikmah yang saya peroleh dari seorang bapak. Beliau sosoknya sangat sederhana, tidak pernah pantang menyerah untuk selalu belajar. Terkadang mampir ke Rumah Amalia untuk belajar mengaji atau bersilaturahmi sekedar berbagi rizki untuk anak- anak Amalia. Bahkan beliau tidak sungkan untuk bertanya sekalipun kepada anak- anak Amalia membaca ayat suci Al- Qur’an yang benar. Beliau seorang suami yang mampu menangis ketika sedang membaca Al- Qur'an.

Pernah pada suatu hari beliau bertutur kepada saya. Bahwa dirinya seorang mualaf karena istrinya meminta dirinya untuk masuk Islam akhirnya menyetujui permintaan calon istri sebelum melaksanakan akad nikah. Setelah pernikahan, rumah tangganya tidak mengalami ganjalan. Semuanya berjalan apa adanya sampai anaknya lahir. Walaupun begitu ditengah usianya separuh baya masih juga belum mau menjalankan sholat, puasa dan ibadah lainnya. “Waktu itu saya belum tertarik untuk menjalankan ibadah dengan baik Mas..” tuturnya.

Meskipun demikian, istrinya tetap tekun menjalankan semua ibadah dengan baik bahkan tak jarang istrinya mengaji sampai larut malam disamping suami dan anaknya. Suatu ketika beliau merasakan sakit perutnya, mual, kembung, dan membesar. Akhirnya dibawa ke rumah sakit, sampai dokter angkat tangan. Tidak sanggup untuk mengobatinya. Apapun telah dilakukan, harta yang dimilikinya hampir ludes, tetapi kesembuhan tidak kunjung tiba.

Dalam keputusasaannya istrinya senantiasa membimbing kalimah tayyibah, melafadzkan tahlil, takbir dan tahmid, shalawat nabi, asma ul- husna dalam sakitnya. Dalam sakit itu sang bapak berjanji kepada istrinya, “Jika saya sembuh nanti..saya akan menjalankan semua ibadah dengan baik..” begitu tuturnya. Membiasakan diri ketika sakit untuk selalu membaca kalimah- kalimah thayyibah memang tidak mudah. Walaupun sedikit namun terus diusahakannya untuk mengucap kalimah tayyibah dan berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semata.
Sungguh Allah Maha Besar, tiada yang memiliki kekuatan hanya Allah. Tak seorangpun yang mampu menahan segala sesuatu yang telah menjadi kehendak- Nya. Seperti yang dialaminya penyakit yang semula tidak bisa disembuhkan perlahan- lahan pulih kembali. Sedikit demi sedikit perutnya yang semula bengkak kemudian mengempis. Rasa sakit diperutnya mulai tak terasa lagi. Akhirnya sakitnya benar- benar sembuh.

Beliau setelah sembuh mulai belajar membaca Al- Qur’an dan sholat. Dalam kehidupan rumah tangganya semakin kokoh. Tidak ada lagi perbedaan yang mampu mengguncang rumah tangganya. Beberapa kali istrinya ikut belajar selalu meneteskan air mata. Air mata kebahagiaan seorang istri yang setia menemani sang suami tercinta.

Bahkan kehidupan sekarang ini lebih mudah untuk bertegur sapa dengan tetangga. Anak- anak, istri, dan dirinya semakin giat belajar mengaji membuat keluarganya menjadi hidup tentram. “Saya tidak pernah menyangka Mas Agus Syafi’i, bila kita melaksanakan perintah- Nya dengan sungguh- sungguh kita akan merasakan betapa indahnya hidup ini dengan senantiasa bersyukur atas semua karunia Allah Subhanahu wa Ta'ala..” ucapnya. Terlihat wajahnya sosok seorang bapak dan suami yang dipenuhi air mata.

---
Dan apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran Al- Qur’an yang telah mereka ketahui, seraya mereka berkata, “Yaa Tuhan kami, kami telah beriman maka catatkanlah kami bersama orang- orang yang menjadi saksi atas kebenaran Al- Qur’an dan kenabian Muhammad.” (QS. Al- Ma'idah:83).

Wassalamu’alaykum..

 

Sumber: Kiriman dari Ahmedev Anak Betawie 22 Maret 2010 pukul 12:14 WIB

http://www.facebook.com/#!/?page=1&sk=messages&tid=1104676313804


Tags: tsunami team


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+1+4

Copyright © 2010 Ahmad Rohkib · All Rights Reserved
Proudly Powered by DBS Webmatic