Luruskan Niat..
image

AHMAD ROHKIB

0817 467 387


Jangan pernah berharap orang lain kan mengerti tapi belajarlah untuk bisa mengerti. Jangan pernah berharap orang lain kan memberi tapi belajarlah untuk selalu memberi. Dan jangan pernah berharap maaf dari orang lain tapi belajarlah untuk selalu memaafkan.
Menu Utama
Partner Links
Chat with Admin
Pengunjung

Apa dan Bagaimana Masa Depan kita?

Apa dan Bagaimana Masa Depan kita?

 

Dalam rembulan tertutup awan kelabu…

Ba’da tahmid dan shalawat, jelang pergantian hari…

dalam sepi, sunyi di malam syahdu

ditemani syair sendu Opick, 23.44.


Setiap manusia memiliki mimpi,

ada yang mengejar dan mewujudkannya,

ada yang mundur dan membuangnya,

ada pula yang diam dan

hanya menyimpannya sepanjang sisa hidupnya..


Hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, siapapun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang. Orang paling rugi di dunia ini adalah orang yang diberikan modal, tapi modal itu ia hamburkan sia- sia. Dan, modal termahal dalam hidup adalah waktu. Dalam QS Al- 'Ashr ayat 1- 3, Allah berfirman bahwa untung ruginya manusia dapat diukur dari sikapnya terhadap waktu. Kalau ia berani menghamburkan waktunya, maka ia tergolong orang yang menyia-nyiakan kehidupan. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar- benar berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat- menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat- menasihati supaya menetapi kesabaran.

Ada tiga jenis waktu. Pertama, masa lalu. Ia sudah lewat, sehingga ada di luar kontrol kita. Banyak orang sengsara hari ini gara- gara masa lalunya yang memalukan. Karena itu, kita harus selalu waspada, jangan sampai masa lalu merusak hari kita. Kedua, masa depan. Kita sering panik menghadapi masa depan. Tanah kian mahal, pekerjaan semakin sulit, dan lainnya. Walau demikian, masa lalu dan masa depan kuncinya adalah hari ini. Inilah bentuk waktu yang ketiga. Seburuk apa pun masa lalu kita, kalau hari ini kita benar- benar bertaubat dan memperbaiki diri, insya Allah semua keburukan itu akan terhapuskan. Demikian pula dengan masa datang. Maka sungguh mengherankan melihat orang yang bercita- cita tapi tidak melakukan apa pun untuk meraihnya. Padahal hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, siapapun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang.

Sahabat, kita harus mulai menghitung semua yang kita lakukan. Ucapan kita sekarang adalah sebuah jaminan. Kita bisa terpuruk hanya dengan satu patah kata. Kita pun bisa menuai kemuliaan dengan kata- kata. Uang yang kita dapatkan sekarang adalah tabungan masa depan. Bila kita dapatkan dengan cara tidak halal, niscaya aibnya akan segera kita rasakan.

Karena itu, terlalu bodoh andai kita melakukan hal yang sia- sia. Detik demi detik harus kita tanam sebaik mungkin, karena inilah bibit yang buahnya akan kita petik di masa depan. Kalau kita terbiasa berhati- hati dalam berbicara, dalam bersikap, dalam mengambil keputusan, dalam menjaga pikiran dan hati, maka kapan pun malaikat maut menjemput, kita akan selalu siap. Tapi kalau kita bicara sepuasnya, berpikir sebebasnya, tak usah heran bila saat kematian menjadi saat paling menakutkan.

Ada tiga cara agar masa depan kita cerah. Pertama, pastikanlah hari- hari kita menjadi sarana penambah keyakinan pada Allah. Kita tidak akan pernah tentram dalam hidup kecuali dengan keyakinan pada Allah. Pupuk dari keyakinan adalah ilmu. Orang- orang yang tidak suka menuntut ilmu, maka imannya tidak akan bertambah. Bila iman tidak bertambah, maka hidup pun akan mudah goyah. Kedua, tiada hari berlalu kecuali jadi amal. Di mana pun kita berada lakukan yang terbaik. Segala sesuatu harus menjadi amal. Dilihat atau tidak dilihat kita jalan terus. Ketiga, terus melatih diri agar mampu menasihati orang lain dalam kebenaran dan kesabaran, dan terus melatih diri untuk mampu menerima nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Kita akan mampu memberi nasihat, kalau kita senang diberi nasihat. Wallahu a'lam bishshowwab.

Sahabat, kita harus mencintai masa- masa kehidupan yang Allah beri sampai detik ini, dan selalu mensyukuri segala yang Allah titipkan, sehingga kita masih bisa meni’mati indahnya kehidupan sampai saat ini, disini sepertinya semua tersenyum dan tertawa ada keluarga, teman dan sahabat yang menemani selalu dan ada Dia yang menjadi alasan agar dapat bertahan menjalani kehidupan fana ini setiap hari- harinya karena bersama- Nya tak ada jalan buntu.

Hidup ini sederhana, hidup ini sungguh sederhana tidak menilai apapun, syukuri apa yg dialami saat ini. Maka bahagia bertubi menyirami.

Semoga senyum, sapa, dan salam selalu hiasi hari- hari kita dalam menjalankan kehidupan. Berikhtiarlah sejauh kita bisa dan berdo’alah sedalam kita mampu, lalu jadikan syukur dan sabar sebagai perisai kepasrahan diri kepada Rabbul ‘Izzati.. Karena Allah pasti punya perhitungan kenapa do’a kita belum dikabulkan dan kita tak pernah tahu hikmah dibalik semua itu. Maka Jangan kita melihat masa lampau dengan penyesalan dan jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan akan tetapi lihatlah sekitar kita dengan penuh kesadaran.

Semoga kita semua selalu dalam limpahan rahmat dan karunia Allah Ta’ala.
Terima kasih sudah mau meluangkan waktu membaca tulisan ini, semoga bermanfaat. Amiin.

Jazakallahu khoiron katsiroo.

Salam,
Iffa.

 

Sumber: http://www.facebook.com/profile.php?id=1577785864#!/notes/gadis-bermata-biru-aisha/apa-dan-bagaimana-masa-depan-kita/372140968660


Tags: tsunami team


6 Komentar
image

Sat, 3 Apr 2010 @21:24

Vita

Trimakasih nasehatnya

image

Sun, 4 Apr 2010 @05:36

Admin

Sama- sama.. (^_^)'

image

Tue, 6 Apr 2010 @11:24

Cahya

Go...tuk ari ini 'n' esok yg lebih selamat.

image

Tue, 6 Apr 2010 @13:18

Admin

Insya Allah.. (^_^)'

image

Mon, 7 Jun 2010 @23:10

mbah dul

pohon yg kita tanam hari ini adalah warisan anak cucu kita nanti

image

Tue, 8 Jun 2010 @00:16

Admin

Jangan lupa JOIN with www.elfasenior.com ^_^


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+8+1

Copyright © 2010 Ahmad Rohkib · All Rights Reserved
Proudly Powered by DBS Webmatic