Luruskan Niat..
image

AHMAD ROHKIB

0817 467 387


Jangan pernah berharap orang lain kan mengerti tapi belajarlah untuk bisa mengerti. Jangan pernah berharap orang lain kan memberi tapi belajarlah untuk selalu memberi. Dan jangan pernah berharap maaf dari orang lain tapi belajarlah untuk selalu memaafkan.
Menu Utama
Partner Links
Chat with Admin
Pengunjung

Setiap kita punya keunikan..

Setiap kita lahir dengan keunikan dengan masing- masing. Setiap kita lahir dengan kelebihan masing- masing. tidak ada orang yang hidup kecuali ia telah memiliki kelebihan masing- masing. keterbatasan justru memberi kita perbedaan. Manusia ada yang hebat dan ada yang biasa- biasa saja. Tetapi masing- masing adalah keunikan, sebab menjadi unik tidak harus hebat. Meski sejatinya menjadi unik adalah kehebatan alami tersendiri.

“Katakanlah, tiap- tiap orang berbuat menurut keadaannya masing2- masing Maka Tuhan- Mu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al Isra:84).

Setiap individu itu unik. Termasuk kita. Kita masing- masing punya keterbatasan sendiri- sendiri dalam banyak hal, tapi dalam ruang keterbatasan yang berbeda- beda itulah kita bisa unggul. Kita bisa membentuk kepribadian kita sendiri secara baik tapi bukan untuk menyamakan karekter kita dengan orang lain.

Betapa indahnya hidup ini jika keunikan menjadi rona dan warna kehidupan. Keunikanlah yang memastikan adanya keanekaragaman ini Allah berfirman dalam surat Al Hujurat: 13, bahwa kita manusia diciptakan dari jenis laki- laki dan perempuan, berpuak- puak,  berkabilah- kabilah. Lalu indahnya Allah menutup ayat ini dengan menyatakan semua itu semata- mata agar satu sama lain saling mengenal, ta’aruf. Perkenalanlah yang akan mendorong berbagai keunikan itu untuk bersinergi membangun kehidupan bersama, bahu membahu. Justru karena keunikan itulah kehidupan bisa dijalin saling melengkapi dan menggenapi.
Kita bisa bayangkan kalau hidup ini seragam. Tak ada seni hidup, tak ada kerjasama, tak ada persaingan dan karena itu kita terancam kepunahan. Maka keunikanlah membuat kita hidup menjadi hidup. Oleh karena itu kita mesti menggali dan memelihara keunikan kita masing- masing. Itulah tanda kehadiran kita didunia. Bukti keberadaan kita ditengah- tengah pergulan umat manusia. Keunikan adalah eksistensi kita. Disisi ukhrowi keunikan adalah prestasi kita dihadapan- Nya. Dengan keunikan itulah kita mendulang pahala berlomba- lomba dalam kebaikan. Seperti firman- Nya "Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertaqwa disisi Allah”. (Al Hujurat:13).

Adapun upaya yang patut kita pertimbangkan agar keunikan kita menjelma menjadi istimewa, karena keistimewaan yang mendatangkan kebaikan bagi sesama dan prestasi di sisi Allah setiap saatnya:

1. Temukan keunikan dalam syukur.

2. Sibukan diri jangan usik orang lain.

3. Merubah kelemahan menjadi keunikan

4. Gali terus keunikan di atas fitrah kita

5. Jangan terjebak di keumuman (setiap pribadi bisa memiliki keunikan dibidang tertentu tapi tidak banyak yang mau menekuni keahlian itu sampai maksimal, akibatnya banyak yang menjadi kaum generalis).

Pribadi yang tegar membawa keunikan. Ia menjadi pelopor dalam perubahan. Oleh karena itu setiap kita mesti berupaya menjadi seorang ahli dalam bidang tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan diri dan masyarakatnya. Ada banyak pilihan yang bisa diambil untuk menjadi untuk menjadi seorang ahli.

Setiap kita yang terlihat dengan keunikan. Maka siapapun kita, menjadi besarlah dengan keunikan itu. Tetapi orang- orang yang membesarkan keunikannya kadang merasakan sepi. Pada saat ia harus menekuni keunikannya menjadi keahlian. Sebab sedikit orang yang benar- benar bisa menjadi ahli. Artinya ia memilih jalan yang tidak ramai, jalan yang sunyi. Itu harga yang harus dibayar. Tapi ia mengerti bagaimana menghibur hati dan menyemangati jiwanya. Justru di saat keunikan menjadi puncak keahlian dan kepakaran, seorang muslim berharap punya modal lebih banyak untuk memohon surga Allah Ta’ala yang Maha Luas. Begitulah seorang muslim menghibur rasa sunyinya. Alangkah Maha Pengasihnya Allah yang memberi kita keunikan beda. Tetapi sudahkah kita mengerti apa keunikan diri kita?
Syukron atas perhatian sahabat, semoga Allah membalas kebaikan sahabat semua dan semoga ukhuwah kita diRidhai Allah 'Azza wa Jalla. Jazakumullah khairon katsiroo. Salam.

Saat Rembulan bersinar terang, Maret 2010.

Artikel kiriman dari Ukhtiy Aisya di Kalimantan. Semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepadamu yaa shohibiy.. ^_^

 


Tags: tsunami team


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+2+6

Copyright © 2010 Ahmad Rohkib · All Rights Reserved
Proudly Powered by DBS Webmatic