Luruskan Niat..
image

AHMAD ROHKIB

0817 467 387


Jangan pernah berharap orang lain kan mengerti tapi belajarlah untuk bisa mengerti. Jangan pernah berharap orang lain kan memberi tapi belajarlah untuk selalu memberi. Dan jangan pernah berharap maaf dari orang lain tapi belajarlah untuk selalu memaafkan.
Menu Utama
Partner Links
Chat with Admin
Pengunjung

Lima Puluh Lima Alibi Terkenal

Orang yang tidak sukses punya suatu perilaku menonjol yang lazim. Mereka tahu setiap alasan untuk gagal dan memiliki apa yang mereka yakini sebagai alasan yang kuat untuk menjelaskan mengapa mereka gagal mencapai sesuatu.

Beberapa diantara alasan ini begitu cerdik, dan sebagian didukung oleh fakta. Tetapi alasan tidak bisa digunakan untuk mencari uang. Dunia hanya tahu satu hal saja apakah Anda telah mencapai sukses?

Seorang analis watak telah menghimpun sebuah daftar tentang alibi yang paling umum digunakan. Sementara Anda membaca daftar tersebut, periksalah diri Anda dengan cermat, dan tetapkan berapa banyak dari alibi itu, kalau ada, yang biasa Anda gunakan. Juga jangan lupa bahwa falsfah yang disajikan dalam buku ini membuat setiap alibi berikut menjadi usang.

SEANDAINYA saya tidak punya istri dan keluarga..

SEANDAINYA saya punya cukup ”kontrol”..

SEANDAINYA saya punya uang..

SEANDAINYA pendidikan saya cukup baik..

SEANDAINYA saya bisa mendapatkan pekerjaan..

SEANDAINYA kesehatan saya baik..

SEANDAINTA saya punya waktu..

SEANDAINYA saya tidak sok sibuk..

SEANDAINYA saya waktunya lebih baik..

SEANDAINYA orang lain memahami diri saya..

SEANDAINYA keadaan disekitar saya berbeda..

SEANDAINYA saya bisa menghayati hidup lagi..

SEANDAINYA saya tidak menakutkan apa yang akan ”mereka” katakan..

SEANDAINYA saya diberi kesempatan..

SEANDAINYA sekarang saya punya kesempatan..

SEANDAINYA orang lain tidak memaksakan kepada saya..

SEANDAINYA tidak ada kejadian yang mencegah saya..

SEANDAINYA saya lebih muda..

SEANDAINYA saya bisa melakukan apa yang saya inginkan..

SEANDAINYA saya dilahirkan sebagai orang kaya..

SEANDAINYA saya bisa bertemu dengan ”orang yang tepat”..

SEANDAINYA saya punya bakat seperti yang dimiliki beberapa orang..

SEANDAINYA saya berani menampilkan diri..

SEANDAINYA saya menangkap kesempatan itu..

SEANDAINYA orang tidak membuat saya kesal..

SEANDAINYA saya tidak harus mengurus rumah dan menjaga anak- anak..

SEANDAINYA saya bisa menabung uang..

SEANDAINYA bos menghargai saya..

SEANDAINYA saya punya seseorang yang bisa menolong..

SEANDAINYA keluarga saya memahami diri saya..

SEANDAINYA saya hidup dikota besar..

SEANDAINYA saya bisa memulai..

SEANDAINYA saya memiliki kepribadian seperti beberapa orang..

SEANDAINYA saya tidak terlali gemuk..

SEANDAINYA bakat saya diketahui..

SEANDAINYA saya bisa mendapat peluang..

SEANDAINYA saya bisa membebaskan diri dari hutang..

SEANDAINYA saya tidak gagal..

SEANDAINYA saya tahu caranya..

SEANDAINYA saya tidak punya begitu banyak yang harus dikhawatirkan..

SEANDAINYA saya bisa menikah dengan orang yang tepat..

SEANDAINYA orang lain tidak begitu tolol..

SEANDAINYA keluarga saya tidak terlalu royal..

SEANDAINYA saya yakin akan diri- sendiri..

SEANDAINYA saya memiliki kemujuran..

SEANDAINYA saya dilahirkan dibawah bintang yang baik..

SEANDAINYA tidak benar bahwa “selalu terjadi apa yang harus terjadi”..

SEANDAINYA saya tidak perlu bekerja terlalu keras..

SEANDAINYA saya tidak kehilangan uang..

SEANDAINYA saya hidup di lingkungan yang berbeda..

SEANDAINYA saya tidak punya masa lalu..

SEANDAINYA saya punya bisnis sendiri..

SEANDAINYA orang lain mau mendengarkan kata- kata saya..

SEANDAINYA * * * dan ini adalah yang paling besar di antara semuanya.. Seandainya saya punya keberanian untuk melihat diri sendiri seperti apa adanya, saya akan menemukan apa yang tidak beres pada diri saya, dan memperbaikinya. Setelah itu saya akan berkesempatan memetik keuntungan dari kesalahan saya dan mempelajari sesuatu dari pengalaman orang lain, sebab saya tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada diri saya, atau saya sekarang akan berada ditempat yang saya inginkan seandainya saya melewatkan waktu lebih banyak untuk meninjau kelemahan saya, dan tidak membuang- buang waktu mencari- cari alibi untuk menutup- nutupinya.

Mencari- cari untuk menjelaskan mengapa kita gagal merupakan kegemaran setiap orang. Kebiasaan ini setua usia umat manusia, dan itu fatal bagi keberhasilan! Mengapa orang suka berpegang teguh pada alibi yang paling disayanginya? Jawabannya jelas sekali. Mereka membela alibinya sendiri karena merekalah yang menciptakannya. Alibi seseorang adalah anak imajinasinya sendiri. Merupakan sifat manusia untuk membela apa yang dilahirkan oleh otaknya sendiri.

Membuat- buat alibi merupakan kebiasaan yang sudah berurat berakar. Kebiasaan sulit dihentikan, terutama kalau kebiasaan itu memberikan pembenaran untuk sesuatu yang kita lakukan. Plato memiliki kebenaran itu dalam pikirannya ketika dia berkata, ”Kemenangan yang pertama dan paling baik adalah menaklukkan diri- sendiri. Ditaklukkan oleh dirinya sendiri adalah sesuatu yang paling memalukan dan paling hina di atas segala- galanya.”

Filsuf lainnya punya pemikiran yang sama dalam benaknya ketika dia berkata, ”Saya sangat terkejut ketika saya mendapatkan bahwa sebagian besar keburukan yang saya lihat pada diri orang lain hanyaah pencerminan dari sifat saya sendiri.”

”Selamanya merupakan misteri bagi saya”, kata Elbert Hubband, ”Mengapa orang melewatkan begitu banyak waktu dengan sengaja menipu diri- sendiri dengan membuat- buat alibi untuk menutup- nutupi kelemahan mereka. Kala digunakan secara berbeda, waktu yang sama ini akan cukup menyembuhkan kelemahannya, sehingga alibi tidak diperlukan lagi.”

Sebagai kata perpisahan, saya ingin mengingatkan Anda bahwa, ”Kehidupan adalah sebuah papan catur, dan pemain yang melawan Anda adalah waktu. Kalau Anda ragu- ragu sebelum melangkah atau lalai untuk melangkah dengan segera, bidak- bidak Anda akan disapu dari atas papan oleh waktu. Anda bermain melawan partner yang tidak memberikan toleransi kepada ketidakpastian!”

Sebelumnya mungkin Anda punya dalih yang masuk akal untuk tidak memaksa kehidupan menuruti apa saja yang Anda minta, tetapi alibi itu sekarang sudah kuno, sebab Anda sekarang memiliki kunci utama yang membuka pintu menuju kekayaan hidup yang berlimpah- limpah.

Kunci Utama ini tidak kelihatan, tetapi kekuatannya besar sekali! Kunci ini adalah hak istimewa untuk mencipta, dalam pikiran Anda sendiri, hasrat keinginan yang berkobar- kobar untuk mendapatkan satu bentuk kekayaan yang pasti. Tidak ada hukuman untuk menggunakan kunci itu, tapi ada harga yang harus dibayar kalau Anda tidak menggunakannya. Harga itu adalah kegagalan. Ada imbalan yang sangat besar kalau Anda menggunakan kunci itu. Imbalan tersebut adalah kepuasan yang datang kepada semua orang yang menaklukkan diri- sendiri dan memaksa kehidupan membayar seberapa saja yang diminta. Imbalan itu sepadan dengan jerih payah Anda. Apakah Anda akan memulai dan merasa yakin?

”Kalau kita saling berhubungan, kita akan bertemu”. Kata Emerson yang karyanya abadi. Sebagai penutup, perkenankan saya meminjam pikiran ini dan berkata,”Kalau kita saling berhubungan, kita sudah bertemu melalui halaman- halaman website ini.”


Kami ambil artikel ini dari buku Berpikir dan Menjadi Kaya karya Napoleon Hill. Sekian dari kami. Kami menghimbau kepada sahabat untuk meninggalkan alasan dan menemukan solusi. Salam sukses!!



Tags: tsunami team dbs


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+1+7

Copyright © 2010 Ahmad Rohkib · All Rights Reserved
Proudly Powered by DBS Webmatic